Kabar Terbaru

Para Rider MotoGP Yang Kena Masalah Pajak

Pedrosa baru-baru ini terkena masalah pajak dengan pemerintah Spanyol. Dalam pernyataan yang diunggah Pemerintah Spanyol, Pedrosa menunggak pajak hingga 7,8 juta euro atau sekitar Rp 116 miliar. Tentu hal ini sangat ironis mengingat pendapatan Pedrosa yang berlimpah sebagai pembalap. Pedrosa sendiri membantah pertanyaan itu, dan ingin namanya dibersihkan atas tuduhan itu.

Namun Pedrosa bukan satu-satunya pembalap yang pernah tersandung masalah pajak. Bahkan pesaing beratnya, Valentino Rossi juga pernah terjerat kasus serupa. Berikut ini adalah daftar pembalap yang pernah terkena masalah pajak.

1. Loris Capirossi
Capirossi dituduh lalai membayar pajak pada tahun 2002 pada Pemerintah Italia sebesar 1,3 juta euro. Bahkan investigator juga menuduh Capirex menunggak pajak hingga 12 juta euro pada tahun 1995 hingga tahun 2000.  Meski demikian pengacara Capirossi membantah kliennya melanggar hukum karena tinggal di Monaco. Akhirnya ia didenda dua juta euro oleh Pengadilan Italia pada tahun 2010.

2. Max Biaggi
Eks pembalap MotoGP asal Roma ini dituduh menunggak pajak hingga 17 juta euro pada tahun 2012 oleh Pemerintah Italia. Menurut jaksa penuntut, Biaggi sengaja tinggal di Monte Carlo demi menghindari pembayaran itu. Biaggi sendiri menyebut tuduhan padanya terlalu dibuat-buat. Apalagi ia telah tinggal di Monte Carlo sejak 1992. Kasus Biaggi sendiri masih berjalan hingga sekarang.

3. Marco Melandri
Pembalap Italia lain yang terkena kasus pajak adalah Marco Melandri. Ia dituduh menunggak pajak hingga 3,6 juta euro pada tahun 2012 lalu. Sama seperti Capirossi dan Biaggi, Melandri membantah kasus tersebut karena sudah lama tinggal di Inggris. Namun Pengadilan Italia memvonisnya 19 bulan hukuman penjara meski belum dijalaninya hingga sekarang.

4. Valentino Rossi
Rossi dituduh menunggak pajak 112 juta euro pada tahun 2007. Pemerintah Italia menuduh Rossi yang tinggal di London tetap harus membayar pajak di Italia. Tidak mau kasusnya menjadi besar, Rossi akhirnya berdamai dengan Pemerintah Italia dengan membayar uang denda sebesar 35 juta euro.