Post Page Advertisement [Top]

Komisi Grand Prix baru saja melakukan rapat pada tanggal 10 Desember lalu yang diadakan di Madrid, Spanyol. Rapat tersebut membahas beberapa peraturan baru yang akan berlaku untuk musim 2016. Dan hasil akhirnya bisa dilihat dibawah ini yang admin peroleh dari situs resmi MotoGP.

ATURAN BALAP

Start Ulang Pada Balapan yang Terganggu (Terhenti)
Dalam rangka meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk start ulang pada balapan yang terganggu, prosedur baru ini telah disetujui pada semua kelas. Ini akan membuat waktu yang lebih singkat saat berada di pit lane, sebelum sighting lap dan secara signifikan memangkas hitung mundur di grid start jelang warm up lap. (Mesin tidak akan dimatikan dan hanya satu mekanik pembalap yang akan diizinkan berada di grid).

Untuk kelas Moto3 dan Moto2, jika terganggu lebih dari satu kali, maka start ulang akan selalu menjadi 2/3 dari balapan sebelumnya, dengan minimal lima lap. Jadi, misalnya, jika start ulang pada balapan pertama adalah 2/3 dari jumlah lap awal, maka start ulang kedua akan 2/3 dari jarak tersebut – selalu dengan minimal lima lap. Dalam situasi dimana balapan yang terhenti kurang dari lima lap, maka jumlah lap untuk balapan berikutnya akan ditentukan oleh Race Direction dengan minimal lima lap.

Pengenalan Trek :
Untuk semua kelas, regulasi telah diubah untuk memastikan bahwa ketika pembalap menggunakan mesin dari kapasitas yang sama dengan kelas MotoGP, ini hanya bisa menjadi standar produksi jalan mesin homologasi.

Penalti untuk Memakai Mesin Melebihi Batas Yang Ditentukan
Untuk kelas Moto3 dan MotoGP, ketika ada lebih dari satu mesin tambahan yang dipakai dalam satu balapan, maka penalti untuk mesin kedua dan setiap mesin tambahan lainnya akan diberlakukan pada balapan berikutnya.

ATURAN TEKNIS

Perlengkapan Keselamatan Pembalap :
Setelah berkonsultasi dengan semua pemasok helm, baju balap, sepatu balap dan lainnya, telah disetujui regulasi baru yang meliputi spesifikasi perlengkapan yang digunakan para pembalap. Prosedur untuk kontrol dan pengujian juga telah disetujui.

Ban – Untuk Kelas MotoGP :
Sejalan dengan penunjukan Michelin sebagai pemasok ban resmi, alokasi ban slick telah dimodifikasi. Para pembalap diizinkan untuk menggunakan maksimal 22 ban (10 ban depan dan 12 ban belakang).

Untuk alokasi ban basah adalah maksimal 7 ban depan dan 7 ban belakang. Para pembalap juga punya pilihan untuk menggunakan ban intermediate dengan alokasi maksimum 3 ban depan dan 3 ban belakang.

Alokasi Mesin – Untuk Kelas MotoGP :
Sebelumnya telah disetujui bahwa pabrikan hanya dapat melakukan homologasi pada tiga spesifikasi mesin berbeda. Namun saat ini telah disetujui bahwa pabrikan yang kehilangan hak “konsesi” dapat melakukan homologasi spesifikasi mesin bergantung pada jumlah tim Satelitnya.Berikut adalah jumlah alokasi mesinnya :
1 Tim Pabrikan + 2 tim Satelit = 3 spesifikasi berbeda
1 Tim Pabrikan + 3 tim Satelit = 4 spesifikasi berbeda
1 Tim Pabrikan + 4 tim Satelit = 5 spesifikasi berbeda

Peraturan sebelumnya dibuat untuk motor “Open” dan “Pabrikan”, serta jenis mesin. Semua hal tersebut mulai sekarang dihapus.

Kode Medis:
Kode Medis yang diperbarui dan direvisi, serta dikeluarkan oleh FIM dengan konsultasi staf medis MotoGP, telah disetujui.

Bottom Ad [Post Page]