Kabar Terbaru

Fabio: Tujuanku di 2016? Menjadi Juara

Pembalap Leopard Racing Moto3, Fabio Quartararo mendapatkan beberapa pertanyaan dari situs motogp.com sebelum mempersiapkan musim keduanya di ajang MotoGP.

Oh ya, sebelumnya Fabio Quartararo ini merupakan juara dunia dua kali ajang CEV kelas Moto3 yaitu pada tahun 2013 dan 2014. Dia diberi dispensasi dari Dorna yaitu dapat debut di ajang MotoGP pada umur 15 tahun atas prestasinya. Di Moto3 musim 2015 di paruh musim pertama dia berhasil memperoleh dua podium kedua, namum sayang di paruh musim kedua di terkena cedera sehingga membuatnya absen 5 seri akhir.
Ditanya soal tujuannya di musim 2016, dia mengatakan akan mencoba menjadi juara di kelas Moto3 musim depan. Berikut ini wawancara lengkap Fabio dengan situs motogp.com.

Fabio, Apa yang kamu peroleh dari musim pertamamu di kejuaraan dunia?
"Musim pertama sedikit rumit. Aku berharap memiliki hasil lebih baik setelah persiapanku di CEV. Meskipun memiliki hasil bagus di awal musim, aku sangat tidak konsisten. Aku pikir insinyur saya dan saya mungkin tidak memiliki feeling yang tepat pada motor di beberapa balapan. Saya pikir itu kesulitan yang besar."

Apa yang kau rasakan setelah absen beberapa seri karena cederamu?
"Kami khawatir menjelang akhir musim. Tapi aku harus berpikir realistis, karena aku tahu akan sukit kembali dalam kondisi 100% . Aku belum terlalu baik hari ini jadi karena itu aku mempersiapkan diri untuk musim depan dalam kondisi 200%. Aku ingin memenangkan kejuaraan. Untuk ini merupakan tujuan utama untuk 2016."

Bagaimana cederamu sekarang?
"Kakiku sedikit lebih baik tetapi aku masih merasa sedikit sakit. Itu membutuhkan beberapa minggu untuk kembali menjadi 100%. Aku merencanakan menggunakan Motorcross untuk membatu penyembuhan cederaku. Dan kemudian aku akan berlari dan bersepeda."

Di musim 2016 kau berada di tim baru, motor baru, Apa tujuannmu?
"Tujuanku sudah jelas: untuk memenangkan kejuaraan. Musim ini sangat sulit, tapi aku yakin dapat memangkan balapan dan berada di barisan depan. Aku selalu konsisten selama karirku. Namun musim ini berbeda karena aku berpikir dapat lebih konsisten, tapi saya hampir tidak pernah naik pada motor yang sama dari satu balapan yang lain, dan yang benar-benar membuat saya kembali. Keperceayaan diriku akan tumbuh saat aku konsisten di motor. Aku sudah berpikir untuk 2016 dengan Leopard Racing dan engineer ku Christian Lundberg. Kontrak pertamaku dengan mereka dimulai di awal februari. Aku pikir kita akan berkerja keras untuk menang di Qatar."

Tidak seperti yang lain, kamu tidak kesempatan Wildcard sebelum ke Moto3 dunia, Bagaimana kau melakukan lompatan itu?
"Aku tau kejuaraan akan berlangsung berbeda, Aku tahu Kent dan Oliveira akan jadi sangat kuat. Aku berharap bisa bertarung dengan mereka di awal musim setelah kami bekerja dengan baik di tes musim dingin."

Banyak yang bilang kau juara masa depan, Apakah ini akan menambah tekanan padamu?
"Sebenarnya tidak, aku tahu ini musim pertamaku. Setelah tes, aku berharap melakukan balapan lebih baik. Jelas aku mendapat sedikit tekanan. Mungkin sedikit lebih banyak di GP Perancis setelah aku mendapat pole position. Tapi ketika balapan dimulai, aku melupakan semuanya dan aku tahu semua mendukungku. Sayangnya, kami melakukan penyetelan yang berbeda pada dibandingkan dengan yang lain."

Dengan Naiknya Kent & Oliveira ke Moto2, Siapa menurutmu yang menjadi rival utamamu?
"Ini mungkin mengejutkan, mungkin Nicolo Antonelli. Dia sangat cepat di trek kering dan basah. Tentu saja ada juga Romano Fenati dan Enea Bastianini. Aku pikir Trio Italiano ini akan sulit dikalahkan."